Dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang. Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura.
Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang elang dengan gembira. Mereka juga selalu memberi sang elang makanan dengan sangat royalnya. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut. Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu menertawakan sang kura-kura : "ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung"
Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan dengan egoisnya menghabiskan makanan sang kura-kura, maka seluruh hutan mulai menggunjingkan sikap sang elang tersebut. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati.
Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai. "Hai temanku sang kura-kura, berilah aku semangkok kacang polong, maka aku akan memberikan kata-kata bijak untukmu" seru sang kodok.
Setelah menghabiskan semangkuk kacang polong dari sang kura-kura, sang kodok berkata lagi: "kura-kura, sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan persahabatan dan kebaikan hatimu. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu, selalu saja dia mengejekmu dengan berkata "ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung". Pada suatu hari nanti sang elang akan datang kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu"
Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok, sang elang datang dengan membawa keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura. Sang elang berkata: "hai temanku kura-kura, ijinkan aku mengisi keranjangku dengan makanan darimu, maka akan kukirimkan kepada anak istriku dan istriku akan memberimu makanan buatannya untuk istri dan anakmu".
Kemudian sang elang terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Maka segeralah sang kura-kura masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh istrinya, sehingga tidak terlihat. Ketika sang elang kembali, istri sang kura-kura mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh berisi makanan kepada sang elang. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut.
Kembali dia menertawakan kebodohan sang kura-kura. Namun kali ini sang kura-kura mendengar sendiri perkataannya. Sampailah mereka di sarang sang elang, dan sang elang segera memakan isi keranjang tersebut sampai habis. Betapa terkejutnya melihat sang kura-kura keluar dari keranjang tersebut. "Hai temanku sang elang, engkau sudah sering mengunjungi sarangku namun belum pernah sekalipun aku mengunjungi sarangmu. Kelihatannya akan sangat berbahagianya aku kalau dapat menikmati makananmu seperti engkau menikmati makananku."
Betapa marahnya sang elang karena merasa tersindir. Dengan marah ia mematuk sang kura-kura.Namun berkat batok rumah sang kura-kura yang keras, kura-kura tidak dapat dipatuk oleh sang elang. Dengan sedihnya sang kura-kura berkata: "Aku telah melihat persahabatan macam apa yang engkau tawarkan padaku hai sang elang. Betapa kecewanya aku. Baiklah antarkan aku kembali ke sarangku dan persahabatan kita akan berakhir." Sang elangpun berkata :"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan membawamu pulang" Namun timbul pikiran jahat pada diri sang elang. "Aku akan menjatuhkanmu dan memakan sisa-sisa dirimu" pikirnya lagi.
Begitulah, sang kura-kura memegang kaki sang elang yang terbang tinggi. "lepaskan kakiku" seru sang elang marah. Dengan sabar sang kura-kura menjawab: "Aku akan melepaskan kakimu apabila engkau sudah mengantarkanku pulang ke sarangku" dengan kesal sang elang pun terbang tinggi, menungkik dan menggoyang-goyangkan kakinya dengan harapan sang kura-kura akan jatuh. Namun tidak ada gunanya. Akhirnya dia menurunkan sang kura-kura di sarangnya, dan segera terbang tinggi dengan perasaan malu.
Ketika sang elang terbang, sang kura-kura berseru : " Hai temanku persahabatan membutuhkan rasa saling membagi satu dengan lainnya. Aku menghargaimu dan kaupun menghargaiku. Namun bagaimanapun, sejak engkau menjadikan persahabatan kita hanya permainan, mentertawakan keramahan keluargaku dan aku maka sebaiknya engkau tidak usah lagi datang kepadaku".
Selengkapnya...
Sabtu, 16 Oktober 2010
KURA-KURA DAN ELANG
AKU TIDAK MUDAH HANCUR!

Sulap ini bisa dipakai untuk mengajarkan atau lebih tepatnya, memotivasi anak agar mereka tidak mudah menyerah dan tidak mudah kalah terhadap masalah hidup, tantangan, kelemahan tubuh, kekurangan, cacat dsb yang membuat orang yang tidak kuat akan mudah hancur.
PERFORMANCE
Guru mengambil satu balon, ditusuk dengan batang besi tajam, balon pecah. Kemudian guru mengambil balon kedua, menusuknya hingga tembus, tapi luar biasa, balon yang ini tidak pecah!
Bahan:
- Balon Bulat besar
- Besi panjang dan runcing ujungnya (jari-jari sepeda atau payung)
- Minyak goreng
Cara main dan rahasianya:
- Ambil balon pertama dan tusuk di sembarang tempat, balon pasti meletus
- Ambil balon kedua, tusuk pada bagian tebal yang ada di ujung balon hingga menembus bagian yang diikat, pasti tidak meletus.
Bila kuatir/tidak yakin nanti akan meletus, maka pada balon kedua, tusuk ujungnya sebelum dimainkan dan tutup kembali dengan selotip bening. Pada saat bermain, tusuklah bagian yang sudah ditusuk tadi sampai menembus bagian ikatan balon. Dijamin tidak meletus!
SELAMAT MENCOBA
Selengkapnya...
Jumat, 15 Oktober 2010
ES BISA TERANGKAT
Sulap ini bisa dipakai untuk mengajarkan proses kimia.
Bahan:
- Sebongkah Es ukuran satu kepalan anak balita
- Garam halus
- Benang
Cara Main:
- Letakkan sebongkah es ke atas piring atau tatakan gelas
- Taruh benang di atas es
- Taburi garam
- Tunggu beberapa detik, coba tarik ujung benang yang tidak menempel di es
- Bongkahan es ikut terangkat
Rahasia:
- Es bila bercampur dengan garam akan membeku lebih cepat
Selengkapnya...
JANGAN CORET-CORET TEMBOK
Syairnya:
Jangan coret-coret tembok
Jangan menoreh-noreh pohon
Lingkungan indah, lingkungan bersih
Mari kita jaga bersama
Jangan buang sampah sembarangan
Jangan kotori lingkungan kita
Lingkungan indah, lingkungan bersih
Cerminkan hidup kita semua
O, indahnya...
Tembok sekitar kita tanpa coretan
O, indahnya...
Tak ada sampah berserakan
Semua bersih dan nampak indah
Kita semua pun gembira
Selengkapnya...
JANGAN BUANG SAMPAH KE DALAM SUNGAI
Syairnya:
Jangan buang sampah di sembarang tempat
Buanglah sampah di tempat sampah
Jangan buang sampah ke dalam sungai
Air sungai kotor, sarang penyakit
Cobalah coba hidup yang bersih
Ciptakan lingkungan indah dan sehat
Jangan buang sampah di sembarang tempat
Lihat lingkungan kotor dan bau
Jangan buang sampah ke dalam sungai
Hujan tiba banjir datang semua susah
Jangan buang sampah di sembarang tempat
Lihat lingkungan kotor dan bau
Jangan buang sampah ke dalam sungai
Hujan tiba banjir datang semua susah
Hujan tiba banjir datang semua susah
Hujan tiba banjir datang o, repotnya
Selengkapnya...
SEMUA SAMA
Syairnya:
Jangan suka beda-bedakan teman
Sebab semua kita sama
Hitam, putih, merah ataupun kuning
Semua kita sama
Sayangilah semua teman-teman
Sebab semua kita sama
Walau suku kita berbeda-beda
Semua kita sama
Semoga bermanfaat dan menambah perbendaharaan lagu anak-anak Anda.
Selengkapnya...
Selasa, 13 Juli 2010
DASAR MEMBUAT QUILING PAPER
Bagaimana dasarnya cara membuat Quiling Paper (ada juga yang menyebutnya Twirling Paper). Yuk kita belajar. Siapkan kertas (karton, asturo, kertas Happy Holy Kids, atau kertas apa saja yang penting agak tebal). Bila kertas masih dalam ukuran lebar, potonglah menjadi ukuran A4, Letter (Quarto) atau Legal (Folio). Hal ini dimaksudkan agar pemotongannya lebih mudah.
Gunakan penggaris untuk memudahkan memotongnya dengan cutter. Mulailah memotong masing-masing menjadi 1-2cm.
Kemudian pakailah alat penggulung (kalau tidak ada, bisa juga memakai tusuk gigi, atau lidi).
Mulailah menggulung dengan perlahan dan rapi. Setelah kertas tergulung semua, tariklah alat ini/tusuk gigi dari kertas. (Ikuti petunjuk gambar).


Selengkapnya...
Minggu, 30 Mei 2010
MATERI SEMINAR DAN PELATIHAN
Materi Seminar Orang tua dan Pelatihan Guru oleh kak yudi:
1. Mengajar dengan hati
2. Mendidik Anak
3. Pengaruh Media terhadap anak
4. Menjadi Guru Kreatif (Workshop)
5. Membuat Alat Bantu Mengajar (Workshop)
6. Tehnik Mendongeng (Workshop)
7. Tehnik membuat panggung boneka, main boneka, membuat cerita (workshop)
8. Mengajar dengan Multimedia (workshop)
dll.
Selengkapnya...
LAGU ANAK-ANAK
Kalau kau senang hati tepuk tangan
Kalau kau senang hati tepuk tangan
Kalau kau senang hati ayo kita lakukan
Kalau kau senang hati tepuk tangan
Kalau kau senang hati bilang hore....
dst...
Selengkapnya...
Sabtu, 10 April 2010
I'M EXCELENT
Mainkan sulap ini dalam kelas yang jumlah muridnya tidak terlalu banyak.
Alat:
- Mangkuk atau baskom lebar diisi air hampir penuh
- Bubuk lada halus
- beberapa lidi/tusuk gigi
- sabun
Cara Bermain:
Tunjukkan kepada anak-anak baskom yang berisi air. lalu taburilah dengan bubuk lada di atasnya hingga merata. katakan kepada mereka air dengan bubuk lada itu ibarat manusia kebanyakan, suka berbuat jahat, korupsi, sewenang-wenang, dll. Kamu ingin membawa perubahan dan masuk ke sana.
Suruhlah anak-anak menusukkan lidi/tusuk gigi ke dalam air, apakah mereka bisa membawa pemisahan? Biarkan semua anak mencoba. Hasilnya pasti semua tidak bisa. Mengapa? Katakan: karena kamu biasa-biasa saja.
Kalau mau merubah dunia, kamu harus berubah dulu. menjadi anak yang excelent, luar biasa. Sambil berkata begitu, Guru boleh menusukkan lidi/tusuk gigi yang dipegang. Hasilnya...Semua bubuk lada itu minggir....
Rahasianya:
Sebelumnya guru sudah melumuri lidi/tusuk gigi guru dengan sabun.
Selamat Mencoba...
Selengkapnya...
Selasa, 06 April 2010
PERMAINAN DENGAN BALON
Games ini mungkin bisa dijadikan tambahan ide kreatif Anda. Selamat mencoba dan selamat bersenang-senang dengan anak-anak.
Giring Balon pakai kipas
Bahan : Kipas / kardus / karton dan balon
Cara main :
Setiap kelompok mendapat kardus seukuran sampul buku tulis atau kipas sate (kalau ada) sesuai dengan jumlah peserta per kelompok dan sebuah balon. Tugas setiap kelompok adalah menggiring balon ke arah gawang yang telah ditentukan dengan menggunakan kipas. Tapi kipas nggak boleh menyentuh balon loh!
Oper balon menerobos
Bahan : Balon
Cara main :
Setiap kelompok berdiri dalam barisan dengan jarak tiap peserta 50-100 cm. Tentukan garis start dan garis finish. Peserta paling belakang memegang sebuah balon. Dia harus merangkak dan menerobos di antara kedua kaki setiap peserta sampai ke depan, lalu balon dari depan dioper ke peserta paling belakang melalui setiap peserta, peserta paling belakang merangkak sampai depan dan melakukan hal yang sama, sampai semua peserta masuk garis finish.
Tiup balon
Bahan : Balon
Cara main:
Setiap kelompok mendapat satu bungkus balon (30 pcs). Setiap kelompok harus meniup balon sebanyak-banyaknya dalam waktu satu/dua menit.
Lempar balon isi air
Bahan : Balon dan air
Cara main :
Sambil ditiup, balon diisi air 1/3 bagian. Kelompok berdiri berhadapan sepasang-sepasang. Setiap pasang mendapat satu balon. Tugas mereka adalah melempar balon ke pasangannya dan tidak boleh pecah. Jarak mula-mula setengah meter, lalu satu meter, satu setengah meter, dst. Peserta yang paling jauh jaraknya dan balonnya tidak pecah, merekalah penyelamat bagi kelompoknya.
Pukul balon musuh
Bahan : Balon dan tali plastik
Cara main :
Balon ditiup sampai cukup besar, tapi jangan terlalu keras. Balon diikatkan pada setiap kaki peserta. Tugas mereka adalah memecahkan balon kelompok lain dengan cara diinjak, selain itu mereka juga harus melindungi balon mereka sendiri agar tidak dipecahkan musuh. Kelompok yang pesertanya paling banyak pecah, mereka dinyatakan kalah.
Pecahin balon
Bahan : Balon, tali, tepung terigu, penutup mata, peniti/jarum.
Cara main :
Balon ditiup dan diisi tepung terigu secukupnya lalu digantung pada tali panjang setinggi + 2 meter. Setiap peserta menghadapi satu balon. Mata setiap peserta ditutup lalu diputar sebentar sebelum dipersilahkan menusuk balon. Selamat memecahkan balon dan menjadi kakek-kakek dan nenek-nenek he he he he….Eh, yang menang yang paling dulu balonnya habis dipecahin.
Membawa balon sebanyak-banyaknya
Bahan : Balon Sebanyak-banyaknya
Cara main:
Tiup balon dan kumpulkan dalam kardus atau wadah buesar. Peserta harus mengambil balon dari ‘gudang balon’ yang disiapkan panitia dan membawa balon sebanyak-banyaknya, di tangan kanan dan kiri, di selangkangan, di ketiak, bisa juga dalam kaos yang dipakai, lalu berjalan atau berlari menuju garis finish.
Dudukin Balon
Bahan : Balon
Cara main:
Tiap peserta diberikan satu balon. Pada hitungan mulai, semua peserta boleh menduduki balonnya dan….siapa yang balonnya pecah duluan, dialah pemenangnya….hayo siapa berani main!?
Selengkapnya...
50 CARA MENGASIHI ANAK
1. Peluklah mereka setiap pagi
2. Ajaklah mereka ke kebun binatang, menonton pertunjukan, atau ke tempat rekreasi
3. Tempelkan karya-karya mereka di pintu lemari es
4. Ciptakanlah tradisi keluarga yang baik
5. Bersikaplah sabar
6. Mintalah maaf bila Anda bersikap galak
7. Pergilah berkemah
8. Ajaklah mereka bermain petak umpet
9. Sediakan selalu tensoplas dan permen
10. Ketahuilah kelebihan-kelebihan mereka
11. Beri mereka pujian
12. Dorong semangat mereka
13. Hargailah mereka
14. Biasakan untuk makan bersama
15. Jangan menuntut terlalu banyak
16. Hormati hak pribadi (privasi) mereka
17. Dengarkanlah mereka
18. Jangan mendisiplin mereka dengan amarah
19. Bersikaplah konsisten
20. Katakan “Aku sayang kamu” sesering mungkin
21. Biarkanlah mereka bersikap apa adanya
22. Terimalah kekurangan-kekurangan mereka
23. Berilah penghargaan atas perilaku-perilaku mereka yang baik
24. Jelaskan aturan-aturan yang diterapkan di rumah
25. Seringlah tertawa
26. Pergilah ke restoran favorit mereka
27. Undang teman-teman mereka ke rumah
28. Belikan mereka es krim
29. Ajak mereka berlibur
30. Tentukan kapan harus bersikap lembut dan kapan harus bersikap tegas
31. Buatlah ulang tahun mereka menjadi momen yang tak terlupakan
32. Ajarlah mereka tentang tanggung jawab dan rasa hormat
33. Pilihlah saat yang tepat untuk menegur
34. Jangan mempermalukan mereka (apalagi di depan orang banyak)
35. Bantulah tugas-tugas sekolah mereka
36. Lindungilah mereka
37. Ciptakan kenangan-kenangan dalam diri mereka
38. Tepati setiap janji Anda
39. Katakan “tidak” bila memang harus demikian
40. Jangan membentak
41. Beri mereka hadiah
42. Jadilah teladan yang baaik
43. Berdoalah bersama mereka
44. Berdoalah untuk mereka
45. Temuilah guru-guru mereka (termasuk guru sekolah minggu mereka)
46. Katakan bahwa Anda bangga kepada mereka
47. Dukunglah mereka
48. Hitunglah bintang bersama mereka
49. Berbincanglah dengan mereka sebelum tidur
50. Setiap kali lepaslah mereka dengan berkat (bukan kutuk)
Selengkapnya...
SERIGALA MEMBALAS BUDI
Hallo Adik-Adik, Selamat berjumpa dengan Kak Yudi dalam acara "CERITA PAPA".
Kali ini Kak Yudi akan membawakan cerita dengan judul “SERIGALA MEMBALAS BUDI”. Seekor serigala sedang menyantap makan paginya dengan rakus. Tiba-tiba sepotong tulang tersangkut di tenggorokannya. Ia mencoba memuntahkannya, tetapi tidak bisa. Ia terus berusaha mengeluarkan tulang itu, tetapi usahanya sia-sia saja.
“Tulang kurang ajar!” gerutu serigala sambil memegangi lehernya.
Ia merasa tersiksa dengan tulang itu. Ia hampir menangis ketika tiba-tiba matanya menangkap bayangan burung bangau yang sedang melintas di kejauhan.
“Ah,” katanya dalam hati, “Aku akan meminta tolong kepada burung bangau. Ia memiliki paruh yang panjang. Kuharap ia dapat mengelurkan tulang celaka ini dari tenggorokanku.”
Dengan tergesa-gesa serigala mendatangi burung bangau. Ia segera mendekati sang bangau yang sedang berdiri di pinggir kolam.
“Selamat pagi, Nona Bangau.” Kata serigala dengan suara lembut dan merdu.
Nona Bangau buru-buru akan terbang ketika melihat siapa yang menyapanya. Ia sangat takut kepada Si Serigala.
“Tolong, Nona Bangau, jangan tinggalkan aku. Aku butuh bantuanmu. Aku punya masalah besar sekarang.” Suara Serigala terdengar memelas.
“Baiklah!” sahut Nona Bangau tetap berdiri jauh-jauh dari Serigala. “Coba bayangkan! Seekor serigala membutuhkan bantuan Bangau! Kau pikir aku percaya? Bagaimana dengan saudara-saudaraku, bukankah kau telah membunuh mereka, kau ingat itu?”
“Ayolah, Nona Banggau. Kita lupakan saja yang sudah-sudah. Aku menyesal telah melakukannya. Sekarang aku sangat membutuhkan bantuanmu,” kata Tuan Serigala sambil melangkah maju.
“Tetap di sana, Tuan Serigala!” teriak Nona Bangau. “Aku belum mau mati di tanganmu.”
“Tenanglah, Nona Bangau. Aku tidak akan memangsamu, percayalah padaku. Aku akan memberimu hadiah kalau kamu bisa menolongku.”
“Aku? Menolongmu?” cibir Nona Bangau. “Lupakan saja! Aku tidak bisa kau bodoho. Aku tahu kau sedang lapar dan kau akan memangsaku.”
“Nona Bangau, tidakkah kau lihat aku sangat menderita? Sebuah tulang menyangkut di tenggorokanku. Jika tidak segera dikeluarkan, aku akan segera mati,” kata Tuan Serigala dengan suara pelan dan sangat memelas.
Adik-adik yang manis, Tuan Serigala yang sedang kesakitan tadi mengharapkan pertolongan Nona Bangau.
“Oh, Nona Bangau, tolonglah aku, aku sangat menderita? Tulang ini akan membuatku segera mati,” suara Tuan Serigala terdengar memelas
“Oh, kasihan sekali. Tapi apa yang bisa kulakukan untukmu? Aku bukan seorang dokter.” Kata Nona Bangau. Ia mulai merasa kasihan melihat Tuan Serigala.
“Aku tahu kau bukan dokter, tetapi kau punya paruh yang panjang. Kau bisa memasukkannya ke mulutku dan mengeluarkan tulang itu.”
“Apa?!” Nona Bangau tersentak. “Memasukkan paruhku ke mulutmu? Itu sangat berbahaya, Tuan Serigala. Aku minta maaf, aku tak dapat melakukannya.” Jawab Nona Bangau sambil beranjak pergi.
“Aku sekarat, aku sekarat. Tolonglah aku Nona Bangau,” rengek Tuan Serigala sambil kelojotan pura-pura mau mati. “Hanya kau satu-satunya yang bisa menolongku. Aku berjanji akan memberimu hadiah yang istimewa.”
“Baiklah. Aku akan mencobanya. Sekarang bukalah mulutmu.”
Nona Bangau segera memasukkan paruhnya ke mulut Tuan Serigala dan mengeluarkan sepotong tulang yang berada di tenggorokannya.
“Apakah kau merasa baik sekarang?” tanya Nona Bangau kemudian.
Tuan Serigala yang merasa tenggorokannya sudah kembali normal, merasa senang. Ia tertawa dengan suara nyaring. Tetapi tiba-tiba ia menghentikan tawanya lalu memandang Nona Serigala.
“Kenapa kau berdiri di situ dan memandangiku. Sana pergi!” usir Tuan Serigala.
“Tapi kau berjanji akan memberiku hadiah. Sekarang berikan hadiah itu, Tuan Serigala” seru Nona Bangau.
“Hadiah?” Seharusnya kau berterima kasih aku tidak memakanmu ketika kepalamu berada dalam mulutku. Bukankah itu sudah cukup sebagai hadiah buatmu. Pergilah! Sebelum aku menerkammu dan menjadikanmu santapanku!”
Nona bangau pun segera pergi dengan ketakutan, sebelum Tuan serigala menerkamnya. Wah, ternyata janji Serigala tadi hanya bohong belaka. Pertolongan Nona bangau justru dibalas dengan ancaman yang menakutkan.
Nah pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini:
Ada banyak orang yang sikapnya seperti Tuan Serigala itu: Tidak tahu berterima kasih. Tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan yang manis, harus selalu berterima kasih kepada sesama kita yang telah membantu dan menolong kita, apakah ia ayah kita, ibu kita, kakak kita, adik kita atau teman-teman kita. Dengan berterima kasih, itu menunjukkan bahwa kita senang menerima bantuan atau pemberiannya. Terlebih kepada Tuhan yang selalu memberkati dan melindungi kita setiap waktu. Kita harus selalu menaikkan ucapan syukur kepada-Nya setiap saat.
Sampai jumpa lagi. Jangan lupa, rajin belajar dan taati nasihat orang tua.
Selengkapnya...
AGENDA 2010
Jadwal sementara kegiatan Kak Yudi tahun 2010
1-3 April 2010 : Lokakarya Guru di Pekan Baru
04 April 2010 : Ngajar di GKJ Kartini Jakarta
08 April 2010 : Paskah Batak Bermazmur
09 April 2010 : Paskah PG/TK HHK Gemilang
10 April 2010 : Training Design Grafis Guru-Guru Sekolah Anak Terang
Sabtu Ceria CBD Pluit
11 April 2010 : MC, Sulap, Story Telling Ultah Anak di Restoran Rose Slipi
Ngajar SM Intercon
16 April 2010 : Paskah GPIB Jati Asih
25 April 2010 : Paskah SM GBI Filadelfia
08 Mei 2010 : Training Guru SM WTC BSD
13-16 Mei 2010 : Trip ke Pemalang dan Klaten
18 Mei 2010 : Wisma Barito Pacific "Mendidik Anak"
23 Mei 2010 : SM & JC Intercon (dari pagi-sore/08.00, 10.00, 17.00)
02 Juni 2010 : Training Guru SM GSJA Batu Tulis
06 Juni 2010 : Out Bond Sentul GBI KAO
13 Juni 2010 : JC Intercon (10.00, 17.00)
18 Juli 2010 : Little Blessing & JC Intercon (08.00, 10.00, 17.00)
Selengkapnya...

